Sunday, 29 June 2014

Syair sumbang nyanyian umum ini telah dilantunkan.
Tak ada lagi tirai pembatas.
Dan batas tak lagi jadi masalah.
Nyanyikan!
Nyanyikanlah terus syair ini,
Hingga tak seorangpun yang tak mendengarnya,
Biar!
Lepaskan!

TOPENG

Topengku,
sempurna.
Hari demi hari kulakoni sandiwara ini layaknya aku sang artisan papan atas.
Melenggok kesana kemari bak tak punya beban kehidupan.
Tertawa sana sini bak hidup ini hanya penuh penuh canda dan kebahagiaan.
Tak ada yang tahu,
Tak ada yang peduli.
Bagi manusia, apa yang dilihat dengan mata kepalanya sudah cukup,
tak butuh banyak pemikiran.
Namun tak ada yang tahu.
Bahwa lincah ini, hanyalah pelipur segala luka yang tengah menganga.
Bahwa tawa ini, hanyalah jeritan yang dimanipulasi bentuknya.

Tak ada yang perlu tahu.

Ketika Jogja

Tidak ada yang berbeda,
Jogja masih sama.
Hanya saja,
Entah sesak yang terasa,
Jogja seperti...kehabisan udara.

Napasku,
Diambang batas.
Pengap.
Nyaris tak beruang.

Bukan Jogja yang berubah,
Hanya sesuatu seakan terhisap,
Sosok, menghilang.
Membawa seluruh udara Jogja.
Membuatku habis kepayahan,
Tak bernapas.

Friday, 6 June 2014

Kerumunan Sesal



Sesak.
Terlalu pekat rasanya,
Sari pati sesal.

Kepada waktu,
Heranku memuncak hampir ke ubun-ubun.
Kepada hati,
Penatku lelah menjerit pada kekosongan.

Prinsip ini telah rusak sempurna.
Waktu ini telah terkuras banyaknya.
Tenaga ini telah lelah menjamah dunia.
Fikiran ini telah habis dihajar logika.
Dan hati ini telah koyak ditikam sesalnya.

Kepada waktu yang tak bisa kembali,
Kepada kesia-siaan yang tertumpuk berserakan,
Kepada tenaga dan fikiran yang terbuang,
Kepada kerumunan baru yang akan menjadi teman,
Sesal.

Thursday, 5 June 2014

megap-megap

selamat sore menjelang petang hai hati baja yang mulai dingin...

begini rupanya, rasa tumbuh.
begini rupanya, rasa hidup dewasa.
begini rupanya, rasa beranjak ke yang disebutnya fase selanjutnya.

katanya, hati yang penuh tambalan lebih bagus ketimbang yang masih mulus tak bergores.
yang satu ini memang kadang digelitik perasaan senang, dikejutkan canda-tawa riang.
kadang pula terhiasi segala jenis bunga-bungaan.
namun yang satu ini juga sudah banyak goresan, banyak bekas cakaran.
yang satu ini sempat ditikam belati berkarat dan penuh tanda lebam.

yang satu ini,
kini,
yang sedang megap-megap,
nyaris kehilangan fungsi.

tapi mungkin memang pertanda dia bagus :)