Topengku,
sempurna.
Hari demi hari kulakoni sandiwara ini layaknya aku sang artisan papan atas.
Melenggok kesana kemari bak tak punya beban kehidupan.
Tertawa sana sini bak hidup ini hanya penuh penuh canda dan kebahagiaan.
Tak ada yang tahu,
Tak ada yang peduli.
Bagi manusia, apa yang dilihat dengan mata kepalanya sudah cukup,
tak butuh banyak pemikiran.
Namun tak ada yang tahu.
Bahwa lincah ini, hanyalah pelipur segala luka yang tengah menganga.
Bahwa tawa ini, hanyalah jeritan yang dimanipulasi bentuknya.
Tak ada yang perlu tahu.
No comments:
Post a Comment