Sang pahlawan semesta, begitu kusebutnya.
Kini, saat ini, kaulah yang menjadi pujaan semesta,
Kau yang menjadi sari pati perhatian semesta,
Kau sang matahari.
Kau menikmatinya.
Aku,
Bagian dari semesta itu.
Namun di persimpangan jalan, aku menjauh.
Aku menjauh dari semesta,
Aku berhenti sejenak...
Tersadar,
Bukan,
Kau bukanlah pahlawannya.
Setidaknya bukan lagi.
Ketika kutengok dunia kecil ini, Aku.
Telah hancur lebur.
Aku tercengang.
Bukankah engkau yang dulu mengajakku mengenal semesta?
Bukankah engkau yang dulu menarikku meninggalkan dunia kecil ini?
Bukankah engkau yang dulu bersikukuh bahwa engkau menjadi pusat peredaran dunia kecilku ini?
Tapi sekarang semua suram, gelap.
Duniaku ditinggal mataharinya.
Sang pahlawan yang terbuai semesta.
Sunday, 13 July 2014
Friday, 11 July 2014
Kepadamu
Ajari aku cara merela,
Agar sudahi hati ini merana.
Ajari aku cara melepas,
Agar rasa ini tak lagi buas.
Ajari aku untuk keluar,
Habisi mata batin yang nanar.
Ajari aku cara ikhlas,
Walau dengan penuh cabikan berbekas.
Kepadamu sang penyita perhatianku,
Kepadamu sang penggoyah batinku,
Kepadamu sang pembunuh jiwaku,
Kepadamu.
Agar sudahi hati ini merana.
Ajari aku cara melepas,
Agar rasa ini tak lagi buas.
Ajari aku untuk keluar,
Habisi mata batin yang nanar.
Ajari aku cara ikhlas,
Walau dengan penuh cabikan berbekas.
Kepadamu sang penyita perhatianku,
Kepadamu sang penggoyah batinku,
Kepadamu sang pembunuh jiwaku,
Kepadamu.
Friday, 4 July 2014
Thursday, 3 July 2014
which one?
ketika kenyataan susah dibedakan..
mana yang baik, mana yang kurang baik, dan mana yang tidak baik.
sering orang bilang, jalani yang terbaik.
tapi, apakah yang kita yakin selama ini yang pilih adalah yang terbaik?
sama seperti kamu yang sedang dihadapkan dengan kenyataan bahwa,
hidupmu tak akan lagi sama,
tak akan pernah lagi sama seperti sedia kala.
bukan pilihan mudah mengambil keputusan mana yang baik atau yang buruk.
bagaimana kalau ternyata keputusan yang kita anggap buruk ternyata menyakiti orang lain?
atau,
bagaimana kalau ternyata sesuatu yang kita anggap baik itu hanyalah gemerlap kebahagiaan sementara?
karena kau dihadapkan padanya, setiap hari, setiap saat.
mana yang baik, mana yang kurang baik, dan mana yang tidak baik.
sering orang bilang, jalani yang terbaik.
tapi, apakah yang kita yakin selama ini yang pilih adalah yang terbaik?
sama seperti kamu yang sedang dihadapkan dengan kenyataan bahwa,
hidupmu tak akan lagi sama,
tak akan pernah lagi sama seperti sedia kala.
bukan pilihan mudah mengambil keputusan mana yang baik atau yang buruk.
bagaimana kalau ternyata keputusan yang kita anggap buruk ternyata menyakiti orang lain?
atau,
bagaimana kalau ternyata sesuatu yang kita anggap baik itu hanyalah gemerlap kebahagiaan sementara?
karena kau dihadapkan padanya, setiap hari, setiap saat.
Subscribe to:
Comments (Atom)