Saturday, 28 February 2015

Lucu bukan?
Ketika seseorang yang dulu menggenggammu erat
Menyerah.

Lucu bukan?
Ketika kemudian tangan gagah itu kembali mengulur padamu
Menarik kembali.

Lugu bukan?
Ketika akhirnya kau raih kembali
Menyatu kembali.

Begitulah cinta, katanya.
Akan selalu ada alasan,
Akan selalu mencari-cari alasan,
Pembenaran.

Namun seharusnya tak pernah ada cinta yang cuma-cuma,
Tidak. Itu konyol.
Seperti kealpaanmu,
Lagi.

Karena kau tau, sayang...
Semakin aku dibiasakan oleh alpamu,
Semakin mahir aku hidup tanpamu.
Karena percayalah, sayangku...
Yang kedua-pun bisa menjadi sia-sia pada akhirnya.

No comments:

Post a Comment